"Kalau melihat pengusiran-pengusiran di forum dialog seperti ini, apalagi sekelas menteri, adik-adik mahasiswa harusnya memanfaatkan momen itu untuk mengejar pertanggungjawaban moral pemerintah, meminta penjelasan secara detail, bahkan memberi masukan," katanya.
David menyebut, tindakan yang terjadi dalam forum tersebut justru menunjukkan hilangnya ruang diskusi yang sehat di lingkungan akademik. Dia menyebut, mahasiswa gagal memanfaatkan kesempatan berdialog secara konstruktif dengan pemerintah.
"Karena ciri salah satu kampus adalah problem solver, tapi itu tidak terjadi karena bagi saya itu terjadi kemandulan intelektual adik-adik mahasiswa kemarin," ucapnya.
Diketahui, dialog itu bertajuk “Kopdar Bareng Mas Dar” yang menghadirkan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid di Universitas Gadjah Mada pada, Senin (15/6/2026) malam.
Namun, dialog tersebut berujung kisruh setelah sekelompok massa merangsek ke atas panggung.