“Tetapi juga tadi kami juga banyak berdiskusi bagaimana kemudian investor ritel yang ada terus tumbuh dan berkembang dengan kami kemudian mendengarkan paparan dari pengelola bursa, bagaimana mereka kemudian menyempurnakan regulasi-regulasi yang bisa kemudian meyakinkan dan juga kemudian membuat para investor lokal merasa nyaman,” ungkapnya.
Menurut Dasco, penguatan fundamental pasar modal Indonesia akan membuat bursa semakin kuat ke depan.
“Sehingga tadi kita lihat bahwa pertumbuhan investor lokal atau ritel terus bertambah dan itu kemudian dengan fundamental yang ada, kita yakin dan percaya bahwa bursa kita ke depan akan semakin kuat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menjelaskan pelemahan IHSG masih sejalan dengan tren pelemahan bursa regional akibat dinamika geopolitik global dan sentimen domestik, termasuk keputusan rebalancing MSCI.
“Namun kalau kita lihat bahwa pelemahannya itu masih moderat,” kata Friderica.
Ia menyebut pada hari pertama pengumuman MSCI, IHSG melemah 1,98 persen, sedangkan pada 18 Mei 2025 setelah libur panjang turun 1,85 persen. Di sisi lain, OJK mencatat adanya peningkatan dana kelolaan reksa dana dan jumlah investor ritel.
Menurut Friderica, nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana meningkat Rp49,71 triliun atau sekitar 6,39 persen sehingga total asset under management (AUM) mencapai Rp718,44 triliun.Selain itu, jumlah investor pasar modal juga bertambah signifikan.
“Ditandai dengan peningkatan 7 juta investor ritel baru di pasar modal kita,” ujar Friderica.