Kemudian, Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd. (Veolia) dipercaya menggarap proyek Semarang Raya. Ada pula Consortium Mentari Citra Lestari (Bakrie Power SUS) untuk Surabaya Raya, MPM-CEVIA Consortium (Mega Power CEVIA) di Bogor Raya 2, serta Cakra Energi Lestari Consortium (Pertamina NRE Tianjin CITICC) untuk Yogyakarta Raya. Khusus proyek Medan Raya, mitra terpilih ditetapkan melalui mekanisme mitra cadangan sesuai ketentuan seleksi yang telah ditentukan sejak awal.
Setelah CLoA diterbitkan, para mitra akan menjalani sejumlah tahapan lanjutan. Penyusunan feasibility study ditargetkan rampung pada pertengahan November 2026, kemudian dilanjutkan dengan proses perizinan dan serah terima lahan.
Tahapan pembangunan ditargetkan mulai memasuki fase groundbreaking pada Desember 2026 hingga Januari 2027. Jika mitra terpilih tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditetapkan, penunjukan dapat dialihkan kepada mitra cadangan atau dilakukan proses penawaran ulang.
Proses seleksi delapan mitra PSEL tahap kedua tersebut diselesaikan DIM dalam waktu kurang dari tujuh pekan. Dari proses itu, sebanyak 68 proposal diterima dari 85 penyedia terverifikasi yang berasal dari tujuh negara, yakni Indonesia, Tiongkok, Jepang, Prancis, India, Korea Selatan, dan Singapura.
Dari delapan mitra yang ditetapkan, empat di antaranya merupakan konsorsium yang dipimpin oleh perusahaan Indonesia. Seleksi tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan ekosistem pengolahan sampah menjadi energi di berbagai wilayah.
Program PSEL tahap kedua melanjutkan pengembangan proyek yang sebelumnya sudah berjalan. Pada tahap pertama, pembangunan PSEL Bali telah diresmikan, sedangkan proyek PSEL Kota Bekasi dan Bogor Raya dijadwalkan segera memasuki fase pembangunan.