Pada Kamis (25/6/2026) pukul 14.30 WIB, Rifki datang ke Ruang Kesehatan Satdik dengan keluhan sesak napas dan lemas. Saat diperiksa, kondisinya dinilai masih stabil sehingga diberikan terapi oksigen dan istirahat sebelum kembali mengikuti kegiatan.
Namun sekitar pukul 18.00 WIB, keluhan sesak napas kembali muncul. Rifki kembali dibawa ke Ruang Kesehatan dan dirujuk ke IGD RSAU dr. Esnawan Antariksa pada pukul 18.25 WIB.
Di rumah sakit, Rifki menjalani serangkaian pemeriksaan, mulai dari tes laboratorium, EKG, foto toraks, pemasangan alat bantu napas, hingga perawatan di ICU. Meski telah dilakukan penanganan intensif, kondisinya terus menurun.
"Berdasarkan resume medis dan laporan khusus, penyebab kematian berkaitan dengan pneumonia (infeksi paru-paru) yang disertai komplikasi medis. Dalam riwayat kesehatan juga terdapat informasi mengenai hipertensi dan obesitas yang menjadi bagian dari evaluasi medis," imbuh dia.
Pada Jumat (26/6/2026) Nola mengikuti kegiatan pembelajaran CMI dan Teknik Perkebunan di dalam kelas tanpa mengeluhkan masalah kesehatan.