Menurut Kemendikbud, full day school artinya hari sekolah harus berlangsung 8 jam per hari dari senin sampai jumat mulai pukul 06.45 - 15.30 WIB, dengan durasi istirahat setiap dua jam sekali.
Kebijakan ini kemudian memunculkan sejumlah pro kontra dalam pelaksanaannya.
(Argumen Mendukung)
Mereka yang mendukung program ini sepakat bahwa full day school merupakan solusi terbaik untuk mengantisipasi dampak buruk globalisasi.
Selain itu, full day school juga mampu menjamin anak-anak terhindar dari kegiatan-kegiatan di luar sekolah yang berbau negatif. Terlebih tidak semua orang tua punya waktu untuk mengawasi anaknya sehabis pulang sekolah.
(Argumen Menentang)
Pihak yang tidak setuju berpendapat bahwa tingkat konsentrasi anak berbeda-beda. Siswa butuh istirahat yang cukup agar untuk meningkatkan kemampuan konsentrasi.
Selain itu, full day school juga memangkas waktu yang sangat panjang dan akan menyulitkan siswa untuk melakukan kegiatan di luar sekolah sesuai minat masing-masing.
(Simpulan)
Jika pelaksanaan program full day school ingin berjalan lancar, maka harus ada peningkatan dalam sarana dan prasarana yang disediakan oleh sekolah.
Jika sekolah memiliki prasarana yang lengkap dan kegiatan sekolah dibuat semenarik mungkin, program full day dapat berjalan sesuai harapan dan menyenangkan bagi siswa. Sebaliknya, jika prasarana sekolah kurang memadai dan pihak sekolah tidak dapat berinovasi pada kegiatannya maka full day school akan membosankan.
Nah, itulah contoh teks diskusi tentang pendidikan yang bisa jadi bahan untuk belajar.