Dikutip melalui Kemantren Gonduksuman, Kamis (11/5/2023) Raden Adjeng Kartini berasal dari kalangan Priyayi atau kelas bangsawan Jawa. Ia merupakan putri dari Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, seorang patih yang diangkat menjadi bupati Jepara segera setelah Kartini lahir. Kartini adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara.
Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang Wedana di Mayong. Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang Bupati beristerikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi, maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo.
Kartini menikah dengan Bupati Rembang bernama KRM Adi Singgih Djojo Adhiningrat pada 12 November 1903. Suaminya saat itu telah memiliki dua selir san tujuh anak.
Kartini memiliki anak setelah satu tahun pernikahannya, Pada 14 September 1904 anak laki-laki tersebut lahir. Namun setelah empat hari melahirkan anaknya yang bernama Soesalit Djojoadhiningrat pada 17 september 1904 Kartini meninggal dunia di usia 25 tahun.
Soesalit merupakan saudara seayah Abdulmadjid Djojoadhiningrat. Soesalit juga saudara sepupu Raden Mas Moedigdo. Lalu memiliki anak yang bermama R.M Boedhy Setia Soesalit.
Tidak lupa Bibi yang bernama, Soematri, Roekmini, Sulastri, Kartinah dan Kardinah. Soesalit juga memiliki tiga orang Buyut yaitu Pangeran Ario Tjondronegoro IV Bupati Demak, GKR Ayu dan Kyai Haji Madirono.
Demikianlah penjelasan mengenai silsilah keluarga beserta contohnya. Semoga informasi tersebut dapat bermanfaat.