3. Judul: Aliran Darah dalam Gulita
Karya: Zulfa Ihz
Gulitaku kau kira pejam?
Sayang, Kau salah Sayang
Gulitaku semarak Petasan
Sayang, bukan Sayang
Aku ingin terpejam sepertimu
Mengukir mimpi yang hendak diraih bangsa ini
Lagi-lagi ku bilang sayang,
Nyatanya belum sempat kepala menyentuh bantal
Tubuhku lebih dulu dibangunkan
Pintu-pintuku berteriak
“Ada orang – ada orang!”
Dinding-dinding bergetar
Ada pelatuk yang ditarik dengan gentar
Lantas?
Aliran darah dalam gulita
Membawaku hilang dibekap malam
Meski tak mengalir sederas sungai
Arus darah-darah itu sampai pada sejarah
4. Judul: Warna Merah yang Berdarah
Karya: Arsy Ramadhani
Jika teringat kembali tentang kisah
Sebuah keadaan yang sedikit tak berarah
Sedikit membabi buta namun itu sejarah
Karena adanya percaya yang beda arah