Cerita SK Trimurti Tak Bersedia Kerek Merah Putih saat Proklamasi, Merasa Tidak Pantas

Solichan Arif
SK Trimurti. (Foto: Istimewa)

Sementara di dekat tiang bendera, Latief Hendraningrat yang didampingi Suhud Sastrokusumo menjadi pengerek bendera merah putih. Pada 19 Agustus 1945, PPKI menggelar rapat lanjutan di mana SK Trimurti terpilih sebagai anggota Komite Nasional yang tugasnya membantu presiden sebelum dibentuknya parlemen.

SK Trimurti ditugaskan untuk menyebarkan kabar proklamasi kemerdekaan sekaligus mengibarkan bendera merah putih di seluruh Jawa. Tanpa pikir panjang dia menyatakan kesediaanya.

Dikutip dari buku Berkibarlah Benderaku Tradisi Pengibaran Bendera Pusaka, SK Trimurti bersama kelompoknya langsung bergerak. Sebuah mobil sedan milik tentara Jepang, dicurinya dan dipakai sebagai kendaraan.

Celakanya, di tengah jalan ban mobil kempes. Agar bisa tetap menggelinding SK Trimurti mengisi rongga ban dengan rumput kering.

“Tetapi setelah menempuh jarak tertentu rumput di dalam ban hancur menjadi bubur, sehingga harus diganti,” tulisnya.

Kesempatan mengganti rumput untuk mengisi ban justru dimanfaatkan SK Trimurti dan kelompoknya menyiarkan kabar Proklamasi Kemerdekaan kepada penduduk setempat. Setiap mobil berhenti dan dikerumuni orang banyak, kabar Proklamasi Kemerdekaan disiarkan.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mensesneg Tegaskan Fundamental Ekonomi RI Kuat, Optimistis Pertumbuhan Tetap Terjaga

57 tahun lalu

Kemenhaj Catat 15.086 Jemaah Haji dan Petugas Telah Tiba di Tanah Air

57 tahun lalu

Menlu Sebut Prabowo bakal Terima Surat Kepercayaan 17 Dubes Negara Sahabat Pekan Ini

57 tahun lalu

RI-Prancis Latihan Militer Bersama dalam Misi Pegasus September 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal