Cerita SBY Jadi Aktivis di Akmil saat Jabat Komandan Korps Taruna

Kiswondari
SBY mengungkapkan dirinya pernah menjadi aktivis di lingkungan Akmil. (Foto: Antara)

Sehingga, kata Ketua Majelis Tinggi Partai Demokra ini, seorang pemimpin itu bukan hanya memiliki legalitas tapi juga harus mempunyai legitimasi. Tentu, kekuasaan yang diraih sesuai dengan tatanan konstitusi yang berlaku melalui pemilu yang jujur dan adil sehingga betul-betul mendapat mandat yang kuat dari rakyat.

"Pemimpin seperti itu sah, legitimate, dan legal," imbuh mantan Menko Polhukam ini.

Yang tidak kalah penting, sambung SBY, kaum aktivis dan komunitas sosial ini ada untuk memastikan kekuasaan digunakan dengan benar. Karena kekuasaan itu memerlukan kontrol dan keseimbangan dari pemegang kekuasaan lain yakni rakyat sehingga tidak terjadi penyalahgunaan kekuasaan. Bahkan baginya, adanya kontrol itu terasa indah.

"Power must not go unchecked. Siapa yang mengecek? Another power. Ada check and balances dalam Trias Politica, misalnya antara legislatif, eksekutif, yudikatif. Check and balances antara negara dengan rakyat, pemimpin dengan yang dipimpin. Itu indah sekali, dalam rangka to ensure bahwa tidak ada itu power should not be unchecked, mesti ada pengecekannya," ujarnya.

Dalam kaitan itu, SBY mengakui hal itu akan berjalan sangat dinamis dan beragam. Namun dia menegaskan pemimpin tidak akan salah jalan dan salah mengambil keputusan jika mendapat kontrol dari rakyat.

"Bukan hanya kekuasaan yang bisa dikorupsi, kebebasan juga bisa dikorupsi). Kekuasaan yang absolut bisa menyebabkan korupsi yang absolut, begitu juga dengan kebebasan yang absolut yang bisa menyebabkan korupsi. Principal of balance jadi sangat penting, itulah pergulatan dunia politik, demokrasi kaum aktivis," ujarnya.

"Kita sebagai young nation, young democracy yang dari hari ke hari terus menyempurnakan demokrasi kita sebagusnya  tidak pernah lelah untuk belajar dan belajar, dan insya Allah masa depan kita demokrasi kita akan makin baik sehingga prinsip dari oleh dan untuk rakyat dapat dipenuhi," tutur SBY.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Megawati Hadir di Upacara Hari Lahir Pancasila, Jokowi dan SBY Tak Tampak

57 tahun lalu

Prancis Hukum Menteri Radikal Israel Itamar Ben Gvir terkait Penyiksaan Aktivis GSF

57 tahun lalu

Partai Demokrat Kurbankan 63 Ekor Sapi, Ada Milik SBY hingga AHY

57 tahun lalu

Aktivis GSF Diculik dan Disiksa, Italia Pertimbangkan Gugat Israel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal