Cerita Masjid Jami Al-Atiq, Tempat Pelarian Pitung hingga Soekarno

muhammad farhan
Masjid Jami Al-Atiq, salah satu masjid tertua yang terletak di Jalan Kampung Melayu Besar. (Foto MNC Portal).

Meski menjadi tempat bersejarah penting bagi umat Islam di Jakarta, Fahri menegaskan pengelola Masjid Jami Al-Atiq menolak dialihfungsikan menjadi Cagar Budaya oleh Pemerintah provinsi DKI Jakarta. Dia pun menyampaikan hal tersebut karena pihaknya khawatir ketika sudah menjadi Cagar Budaya, pengurusan renovasi dan pemugaran akan menjadi sulit. 

"Sebenarnya memang Pemprov DKI Jakarta sudah mengajukan untuk menjadikan Masjid Jami Al-Atiq sebagai cagar budaya. Di antaranya memang ada beberapa benda pusaka dari masjid ini dibawa ke Dinas Purbakala Pemprov DKI. Namun kami menolak Masjid ini menjadi Cagar Budaya karena pengurusnya khawatir akan sulit melakukan renovasi dan pemugaran," katanya. 

Fahri pun menunjukkan sejumlah peninggalan bersejarah yang masih berada di Masjid Jami Al-Atiq. Salah satunya kusen di atas mimbar masjid yang terbuat dari kolase kaca. 

Selain itu, dia menunjukkan tongkat peninggalan masjid yang digunakan Khatib saat memberikan khutbah salat Jumat. Tongkat tersebut pernah dicari oleh sebagian orang lantaran serbuk kayunya dapat dijadikan obat. 

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
Megapolitan
21 jam lalu

1.767 Hewan Divaksin Rabies di Jaksel: Kucing, Anjing hingga Kera

Nasional
4 hari lalu

Banjir Rendam 55 RT di Jakarta usai Hujan Deras, Terbanyak di Jaksel

Megapolitan
4 hari lalu

Banjir di Depan Gandaria City Jaksel, Layanan Transjakarta Terganggu

Megapolitan
6 hari lalu

Banjir Jakarta, 12 RT di Jaksel Terendam Air usai Diguyur Hujan Deras

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal