“Padahal saya sedang bicara soal hak kesehatan reproduksi perempuan, bukan soal artisnya,” katanya.
Akibat kontroversi tersebut, akun media sosial hingga nomor pribadinya sempat dibanjiri pesan dari penggemar Atta-Aurel, bahkan dari luar negeri. Situasi serupa juga terjadi ketika dia membuat konten terkait kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang melibatkan Rizky Billar dan Lesti Kejora.
Saat itu, dia membuat video edukasi yang menegaskan bahwa KDRT bukan sekadar urusan privat, melainkan isu publik yang harus mendapat perhatian bersama. Namun, konten tersebut justru viral dan menuai kritik karena dianggap ikut mencampuri urusan pribadi.
“KDRT itu bukan urusan privat tapi urusan publik. Negara saja punya undang-undangnya,” ujar Kalis.
Dia menegaskan bahwa banyak pihak salah memahami maksud dari kontennya. Menurutnya, dia tidak pernah bermaksud menyerang individu tertentu, melainkan ingin mengedukasi masyarakat mengenai isu sosial yang lebih luas.
“Kadang-kadang disalahpahami seolah saya menyerang selebritinya, padahal saya sedang membahas isu sosialnya,” katanya.