Perjuangan Joni tidak hanya sebatas ingin menyampaikan secara langsung ke Jokowi. Ia menyebutkan, sejak tiga tahun terakhir ia memfasilitasi beberapa siswa-siswi Kepulauan Nias yang ingin mengikuti tes PTN yang ada di Medan.
"Setiap tahun saya menghimpun dana dari tabungan saya sendiri untuk membawa sebagian siswa (mengikuti tes PTN), seperti tahun ini 12 orang untuk saya bawa ke Medan fasilitasi ongkos dan semua kebutuhan mereka dan hasilnya luar biasa, dari 12 orang itu 8 yang lolos," ujar Joni.
Meski belum berhasil menemui Presiden Jokowi, namun ia telah bertemu dengan perwakilan Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada 5 Juli kemarin.
Ia pun telah mengutarakan apa keluh kesahnya yang menyebabkan ia nekat motoran delapan hari dari Nias menuju Jakarta.