Catat! Ini Kriteria Penentuan 1 Ramadan 2026 dari Pemerintah

Tim iNews.id
Ilustrasi Kriteria Penentuan 1 Ramadan 2026. (Foto: Freepik)

- Elongasi (jarak sudut bulan–matahari) minimal 6,4 derajat.

Menurut Menteri Agama Nasaruddin Umar, ketentuan ini bersifat lebih empiris karena didasarkan pada data pengamatan astronomis yang lebih akurat.

Sebelumnya, pemerintah menggunakan kriteria 2 derajat. Namun, berdasarkan riset, hilal pada ketinggian tersebut hampir mustahil terlihat, sehingga dinaikkan menjadi 3 derajat untuk kepastian yang lebih tinggi. 

Sementara elongasi 6,4 derajat merujuk pada batas fisis (Danjon Limit) yang memungkinkan hilal dapat diamati.

“Kalau kita lihat perhitungan teknologi saat ini, wujud hilal (saat terbenam matahari di Indonesia) masih dalam posisi minus 2 derajat 24 menit 42 detik hingga 0 derajat 58 menit 47 detik. Jadi hampir mustahil bisa dirukyat,” ucap Nasaruddin.

Sementara itu, selain faktor ketinggian dan elongasi, kondisi cuaca seperti mendung juga menjadi tantangan. 

“Jadi memang berlapis-lapis tantangannya. Bisa saja hari ini mendung, atau ketinggian hilal dan sudut elongasinya rendah. Semua itu kita pertimbangkan secara cermat,” ujar Nasaruddin.

Demikian informasi penentuan 1 Ramadan 2026.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Nasional
2 jam lalu

PBNU Tetapkan Awal Ramadan 1447 H Jatuh Kamis 19 Februari 2026

Nasional
2 jam lalu

Ramadan Berdekatan dengan Imlek, Yenny Wahid: Awalan Baru untuk Kita Semua

Nasional
2 jam lalu

Breaking News: Hasil Sidang Isbat Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Kamis 19 Februari 2026

Nasional
3 jam lalu

Hilal Awal Ramadan 2026 Dipastikan Tak Terlihat di Papua

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal