Vokal I
Ujung lidah tetap berada di belakang akar gigi bawah, namun bagian tengah dari lidah naik ke atas. Ucapkan “I” dengan sudut bibir ditarik ke belakang. Gigi atas dan bawah sebaiknya kelihatan. Bibir tetap dijaga membentuk corong sehingga kesan suara lebih terfokus.
Vokal O
Ucapkan “O” seperti pada “Toko”, membentuk corong bibir diperpanjang. Rahang lebih rendah dan tenggorokan dalam posisi lebih luas.
Vokal U
Bibir dimajukan ke depan membentuk corong yang dipersempit, tetapi tetap bundar. Ujung lidah menyentuh akar gigi sedikit membusung di bagian belakang. Rahang bawah turun secukupnya. Antara gigi atas dan gigi bawah diberi jarak kira-kira 1 ibu jari.
- Artikulasi konsonan/huruf mati
Huruf konsonan/huruf mati terdiri atas bunyi-bunyi konsonan. Ketika mengucapkan huruf mati dalam nyanyian, huruf-huruf tersebut harus diucapkan dengan sangat jelas, khususnya pada akhir sebuah kata. Huruf mati, yakni b, d, k, p, q, t. Sementara untuk pengucapan huruf l, d, t, lidah harus difungsikan dengan baik.
- Artikulasi vokal rangkap/diftong
Diftong adalah bunyi dua vokal yang beruntusan, keduanya berbeda antara kualitas huruf vokal awal dan akhirnya. Pengucapan setiap vokal memerlukan penyesuaian pada kerongkongan dan mulut. Dalam menyanyikan diftong, vokal pertama dinyanyikan lebih lama dari vokal keduanya, atau vokal yang mendahului diberi tekan sedikit kemudian berubah menjadi lebih rileks lagi ke bunyi vokal yang mengikutinya.
Demikian penjelasan cara pengucapan kata yang baik dalam bernyanyi disebut artikulasi beserta dengan macam-macamnya. Semoga dapat menambah pengetahuan kalian ya!