Om Zein juga menjelaskan bahwa puisi tersebut beberapa kali dibacakannya dalam berbagai kesempatan sebelum akhirnya diaransemen menjadi lagu oleh seorang seniman pada 2023. Saat itu, dia juga belum menjabat sebagai kepala daerah.
Sebelumnya, lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat yang dipublikasikan pada Januari 2026 mendapat sorotan dari berbagai kalangan. Sejumlah warganet dan aktivis perempuan menilai beberapa liriknya mengandung stereotip serta merendahkan perempuan.
Kritik juga datang dari anggota DPR, Athalia Praratya, yang mengingatkan pentingnya tanggung jawab moral figur publik dalam menghadirkan narasi yang menghormati perempuan dan tidak melanggengkan stigma berbasis gender.