"Melalui program ini, kami ingin musisi tidak hanya siap secara kreatif, tetapi juga memiliki kapasitas berjejaring dan memanfaatkan peluang yang ada," kata dia.
Dorongan ini sejalan dengan pelaksanaan program Bintang Muda Lokananta (BML) Vol. 2 yang tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga penguatan kapasitas musisi. Para finalis mendapatkan pembekalan terkait industri, mulai dari manajemen hingga produksi musik.
Dalam sesi mentoring, peserta juga diajak memahami bagaimana karya musik dapat memiliki nilai ekonomi, termasuk strategi distribusi digital dan potensi sumber pendapatan di industri musik saat ini.
Pendekatan ini dinilai penting mengingat industri musik semakin kompetitif dan berbasis ekosistem. Dengan sinergi antara pemerintah dan pelaku industri, diharapkan lahir generasi musisi yang tidak hanya kreatif, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif Indonesia.