Dia menerangkan, fenomena ini terjadi karena siklus plastik telah menjangkau atmosfer. Dia mengatakan mikroplastik dapat terangkat ke udara melalui debu jalanan, asap pembakaran, dan aktivitas industri.
Mikroplastik kemudian terbawa angin dan turun kembali bersama hujan. Proses ini dikenal dengan istilah atmospheric microplastic deposition.
“Siklus plastik tidak berhenti di laut. Ia naik ke langit, berkeliling bersama angin, lalu turun lagi ke bumi lewat hujan,” ujarnya.
Reza menuturkan penemuan ini mengkhawatirkan, sebab partikel mikroplastik berukuran sangat kecil, bahkan lebih halus dari debu biasa. Mikroplastik dapat terhirup manusia atau masuk ke tubuh melalui air dan makanan.
Dia mengatakan plastik juga mengandung bahan aditif beracun seperti ftalat, bisfenol A (BPA), dan logam berat yang dapat lepas ke lingkungan ketika terurai menjadi partikel mikro atau nano. Di udara, partikel ini juga bisa mengikat polutan lain seperti hidrokarbon aromatik dari asap kendaraan.