BPIP Gelar Dialog Kebangsaan Pancasila sebagai Ideologi Pemersatu Bangsa

Anindita Trinoviana
BPIP, Puspakopi Unitomo Surabaya, dan GPI akan gelar Dialog Kebangsaan "Pancasila Sebagai Ideologi Pemersatu Bangsa". (Foto: dok BPIP)

SURABAYA, iNews.id - Pusat Studi Pancasila Konstitusi dan Peradaban Indonesia (Puspakopi) Unitomo Surabaya, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), dan Gerakan Peradaban Indonesia (GPI) akan menggelar Dialog Kebangsaan bertemakan "Pancasila sebagai Ideologi Pemersatu Bangsa".

Selain Kepala BPIP Yudian Wahyudi, kegiatan ini juga dihadiri oleh Menkopolhukam Mahfud MD, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Sri Sultan Hamengkubuwono X, dan Budayawan Zawawi Imron turut hadir dalam acara dialog kebangsaan tersebut. 

Dalam sambutannya, Kepala BPIP Yudian Wahyudi mengatakan, generasi masa kini patut bersyukur bahwa Indonesia memiliki Founding Father atau pendiri dan proklamator Bangsa Indonesia, seperti Bung Karno dan Bung Hatta yang meletakkan pilar dan ideologi bangsa yakni Pancasila. 

"Kehebatan Pancasila adalah konsistensi seluruh masyarakat Indonesia dalam menjaga persatuan dan kesatuan. Pengorbanan dan keikhlasan para founding father, yakni proklamator Bung Karno dan Bung Hatta harus menjadi cambuk untuk menjaga NKRI hari ini hingga masa depan," ujarnya. 

Menurutnya, Pancasila dalam perspektif Islam adalah istijabah atau doa yang dilantunkan oleh para Nabi yang keberkahannya dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. 

"Lewat Ideologi Pancasila, Indonesia mampu menjaga harmoni, kerukunan, keamanan, dan ketertiban di antara masyarakat yang membentang dan terpisahkan dari beribu pulau, suku, dan agama," tuturnya.

Sementara itu, Menkopolhukam Mahfud MD mengatakan, dari berbagai studi menyebutkan pada 2023 ini akan terjadi perfect storm atau bencana ekonomi yang luar biasa, yakni resesi ekonomi yang mengakibatkan inflasi dan deflasi di hampir semua negara di dunia.

“Bila Bangsa Indonesia tidak setangguh dan sekuat seperti masa perjuangan tahun 1945, maka kita bisa ikut terkena imbasnya dari bencana ekonomi. Apalagi saat ini di International Monetary Fund (IMF) sudah ada 16 negara yang harus mendapat bantuan dana dan ada 30 negara lagi antre untuk mendapat bantuan. Artinya ini serius, kita akan berusaha agar tidak antre disitu,” katanya.

Editor : Anindita Trinoviana
Artikel Terkait
Nasional
6 hari lalu

Blak-blakan! Mahfud MD Ungkap Alasan Polri Dilepaskan dari Kementerian Hankam

Nasional
1 bulan lalu

Mahfud MD Tegaskan Pandji Tak Bisa Dihukum gegara Singgung Gibran: Tenang, Nanti Saya Bela

Nasional
1 bulan lalu

Mahfud MD Kaget Sidang Nadiem Dijaga TNI: Baru Pertama Saya Lihat  

Buletin
2 bulan lalu

Kapolri Bentuk Tim Khusus Usut Kayu Gelondongan di Banjir Sumatera 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal