BNPT Ibaratkan Radikalisme dan Terorisme seperti Virus Timbulkan Kematian

Fahreza Rizky
Foto: Ilustrasi/Ist.

JAKARTA, iNews.id - Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol Ahmad Nurwakhid mengibaratkan radikalisme dan terorisme seperti virus melemahkan imunitas. Paham tersebut adalah penyakit politik dan agama.

"Kami menganalogikan seperti virus HIV/AIDS. Virus ini kalau sudah menyasar jaringan tubuh maka akan melemahkan imunitas daya tahan tubuh dan menimbulkan kematian. Virus radikalisme juga kalau menyasar institusi negara atau pemerintahan maka akan melemahkan imunitas ketahanan nasional," kata Nurwakhid dalam webinar ISNU-BNPT, Selasa (30/3/2021).

Menurutnya radikalisme atas agama adalah penyakit politik lantaran gerakannya ingin mengubah tatanan sosial-politik yang sudah mapan. Dalam hal ini, ingin merebut kekuasaan yang sah dan ingin mengganti sistem serta ideologi, dengan cara-cara inkonstitusional.

Sedangkan radikalisme atas nama agama disebut penyakit spiritual lantaran para pelakunya adalah manipulator agama. Gerakan politik mereka disebut kerap memanipulasi, sehingga yanh terlihat di permukaan adalah formalitas keagamaan yang berhenti pada aspek keimananan dan syariat. 

Sedangkan hal-hal mengenai rukun ikhsan seperti akhlak, lemah lembut, justru tidak dilanjutkan.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Menkes Ungkap Risiko Ebola Masuk Indonesia Rendah, Ini Alasannya!

57 tahun lalu

Bali hingga Jakarta Sudah Punya Antibodi Hantavirus, Ini Faktanya!

57 tahun lalu

Menkes Ingatkan Tutupi Batuk dengan Telapak Tangan Itu Salah Besar, Ini Alasannya!

57 tahun lalu

Wakapolri Ingatkan Ancaman Teror Modern di Era Digital, Semakin Cair dan Sulit Dipetakan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal