BNPB Temukan Ratusan Tambang Emas Ilegal di Taman Nasional Halimun Salak

Felldy Aslya Utama
Anggota tim SAR gabungan mencari korban tanah longsor di Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (11/1/2020) lalu. (Foto: Antara/Galih Pradipta).

Usai melakukan pemantauan udara selama kurang lebih dia jam dengan helikopter dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jenderal TNI bintang tiga itu bicara kepada para awak media dan dengan tegas mengatakan bahwa langkah pertama yang akan dilakukan adalah penindakan hukum dan imbauan larangan penambangan kepada masyarakat.

Kepala BNPB Doni Monardo (Foto: Antara).

Dalam hal ini BNPB akan memfasilitasi pembentukan Satgas gabungan khusus yang terdiri atas personel kementerian/lembaga dan unsur TNI serta Polri, yang menjadi satu kesatuan stakeholder penanggulangan bencana.

Mantan Komandan Jenderal Kopassus ini menerangkan, solusi berikutnya yaitu memperhatikan aspek sosial dan ekonomi para warga yang menjadi penambang dengan meningkatkan mata pencahariannya.

Doni tidak mau kemudian masyarakat menjadi kehilangan pekerjaan karena penutupan tambang sehingga akan memunculkan masalah baru di kemudian hari. Karena itu harus betul-betul diperhatikan antara nasib para gurandil dan keberlangsungan ekosistem di Taman Nasional Halimun Salak.

“Kita harus cari solusi yang tentunya tidak menimbulkan masalah sosial, contohnya masyarakat kehilangan pekerjaan,” ujar alumnus Akademi Militer angkatan 1985 itu.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
Nasional
2 hari lalu

Gunung Dukono Meletus, BNPB Temukan Dugaan Kelalaian terkait Aktivitas Pendakian

Nasional
2 hari lalu

Gunung Dukono Meletus Dahsyat, 2 Wisatawan Tewas 5 Pendaki Luka-Luka

Nasional
3 hari lalu

AHY Ungkap Normalisasi Kali Ciliwung Tembus 17 Km, 52 Persen dari Target

Nasional
3 hari lalu

AHY Ungkap Biang Kerok Banjir Jabodetabek: Sampah hingga Penyalahgunaan Lahan!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal