BNPB: 3 Bencana Alam di 2018 Fenomena Langka

Ilma De Sabrini
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban tsunami yang ditemukan di hutan bakau di kawasan wistata Tanjung Lesung, Banten, Selasa (25/12/2018). (Foto: Antara/Muhammad Iqbal).

"Gempa memicu tsunami yang tiba sangat cepat hanya dalam waktu empat menit lalu terjadi likuifaksi yang merupakan peristiwa terbesar di dunia," ujar Sutopo.

Setelah itu gempa bumi beruntun di Lombok dan Sumbawa. Bencana tersebut menyebabkan 546 orang meninggal, 1.886 orang luka-luka dan kerugian ekonomi sekitar Rp17,13 triliun.

"Ketiga bencana ini aneh dan langka terjadi, sementara tsunami yang terjadi di Selat Sunda juga fenomena yang langka karena dipicu oleh longsoran bawah laut dan erupsi dari gunung Anak Krakatau," kata pria kelahiran Boyolali, Jawa Tengah ini.

Sutopo sebelumnya mengatakan tsunami Selat Sunda fenomena langka karena tidak dipicu gempa. Tsunami itu akibat longsoran seluas 64 hektare Gunung Anak Krakatau.

"Fenomena tsunami di Selat Sunda termasuk langka. Letusan Gunung Anak Krakatau juga tidak besar. Tremor menerus namun tidak ada frekuensi tinggi yang mencurigakan. Tidak ada gempa yang memicu tsunami saat itu. Itulah sulitnya menentukan penyebab tsunami di awal kejadian,” ujarnya dalam akun Twitter, Minggu (23/12/2018).

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
Nasional
9 jam lalu

Hujan Deras Picu Tanah Bergerak di Cilacap, Jalan dan Rumah Warga Rusak

Nasional
6 hari lalu

Gunung Dukono Meletus, BNPB Temukan Dugaan Kelalaian terkait Aktivitas Pendakian

Nasional
6 hari lalu

Gunung Dukono Meletus Dahsyat, 2 Wisatawan Tewas 5 Pendaki Luka-Luka

Nasional
9 hari lalu

Sumatra-Jawa Berpotensi Dilanda Cuaca Ekstrem, Waspada Banjir Bandang hingga Longsor

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal