Selain itu, guncangan berskala V - VI MMI meluas hingga ke Kota Sigi Biromaru dan Kota Palu, sedangkan Kota Poso, Donggala, serta Pasangkayu merasakan getaran pada skala IV - V MMI.
Hingga saat ini, BMKG telah menerima laporan resmi mengenai sejumlah dampak kerusakan infrastruktur dan bangunan di daerah terdampak. Wilayah Sigi mencatat dampak kerusakan pada skala intensitas VII MMI, disusul oleh Kota Palu, Parigi Utara, dan Poso pada skala intensitas VI MMI.
Kerusakan dengan skala intensitas V MMI juga terjadi di Parigi Moutong dan Banawa Selatan, sementara wilayah Sindue, Balaesang, dan Masamba melaporkan dampak pada skala IV MMI.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan BMKG masih terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat.
“Harapannya, ke depan frekuensi aftershock akan semakin sedikit dan melemah kekuatannya,” ujarnya.
Lebih lanjut, BMKG memastikan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami berdasarkan hasil pemodelan data yang komprehensif. Guna menjamin keselamatan warga, tim teknis BMKG terus memantau beberapa stasiun pasang surut (tide gauge) yang berada di sekitar wilayah pusat gempa secara berkala.