Blak-blakan, Menhan Beberkan Asal Muasal AS Ajukan Izin Terbang di Indonesia

Felldy Aslya Utama
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan jajarannya mengikuti rapat kerja Komisi I DPR (foto: Felldy Utama)

Dia menuturkan, saat itu Menteri Perang AS juga mengundangnya berkunjung ke AS pada 2026. Dia mengaku terkejut lantaran pernah terkena larangan masuk AS akibat rekam jejak sebagai prajurit yang pernah bertugas di Timor Timur.

Pembicaraan kemudian berlanjut pada Februari 2026 ketika AS mengirim utusan membawa surat dan usulan pembahasan kemungkinan overflight access.

Sjafrie mengatakan, hasil pembahasan itu kemudian dituangkan dalam Letter of Intent (LoI) atau dokumen pendahuluan yang diteken saat dirinya berkunjung ke AS beberapa waktu lalu.

"Letter of Intent itu yang pertama adalah menghormati integritas dan kedaulatan teritorial. Yang kedua, diperlukan mekanisme dan standing operating procedures kalau kita setuju. Dan konsisten dengan hukum dari masing-masing negara," katanya.

Sjafrie memastikan tidak membuat komitmen apa pun dengan Amerika Serikat terkait udara.

"Ini adalah Letter of Intent. Bukan Letter of Commitment. Jadi kami tidak bikin komitmen apa-apa dengan Amerika Serikat dalam hal udara. Tidak. Kami mempertahankan konstitusi dan kami mempertahankan kita punya kepentingan nasional," katanya.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
Nasional
3 jam lalu

Loyo, Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.706 per Dolar AS

Nasional
4 jam lalu

Perang AS-Iran Memanas, Menhan Sjafrie Sebut BoP Jadi Ditinggalkan

Internasional
5 jam lalu

Netanyahu Gelar Rapat Kabinet Keamanan, Ancang-Ancang Serang Iran Lagi

Internasional
5 jam lalu

AS Siap Gempur Kuba: Dari Serangan Udara hingga Operasi Darat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal