Pendidikan yang Tidak Terbatas, Karya yang Meluas
Tohari menempuh pendidikan di berbagai bidang, termasuk Fakultas Ilmu Kedokteran Ibnu Khaldun, Jakarta (1967-1970), Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto (1974-1975) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman (1975-1976).
Meskipun dia menjelajahi bidang-bidang ini, Tohari tidak menemukan ketertarikan yang cukup untuk mengejarnya dengan tekun.
Penghargaan dan Pengakuan Internasional
Karya-karya Tohari tidak hanya mencuri perhatian di dalam negeri, tetapi juga di tingkat internasional. Triloginya yang fenomenal telah diadaptasi ke dalam film layar lebar berjudul Sang Penari.
Karya-karya lainnya, seperti Kubah, Bekisar Merah dan Orang-Orang Proyek membawa pulang sejumlah penghargaan. Novel Kubah yang menggambarkan konflik nasional Indonesia pada peristiwa G30S, menjadi sorotan karena persepsi yang berbeda di kalangan pembaca.
Kontroversi dan Perjuangan
Perjalanan kepengarangan Tohari penuh liku-liku. Novel Ronggeng Dukuh Paruk yang terbit tahun 1982, mengisahkan pergolakan di dusun kecil selama masa pergolakan komunis dan dianggap kontroversial oleh Orde Baru. Pemerintah memandangnya sebagai karya yang terlalu kiri. Bahkan Tohari diinterogasi selama berminggu-minggu.