Padahal, kata Nanik, intervensi para mitra ke dapur dengan menganggap para pengelola dapur MBG masih junior, belum berpengalaman, dan tidak tahu harga pangan, hanyalah dalih.
“Ini yang menjadi awal terjadinya keracunan, karena pemilihan bahan baku yang tidak sesuai,” ujarnya pula.
Para pengawas gizi dan jurutama masak juga harus mengerti cara menangani bahan, dan memahami petunjuk teknis pemakaian alat. Hal ini penting, agar tidak terjadi insiden keamanan pangan gara-gara ketidakfahaman mereka dalam cara menangani bahan dan pemakaian alat.
Saat barang datang dan dicek kualitasnya, ayam misalnya, ahli gizi bisa menentukan apakah ayam itu langsung direbus, atau disimpan di dalam chiller dengan suhu di bawah 5 derajat celsius.
Nanik menekankan pentingnya para pengawas gizi dan jurutama masak untuk benar-benar memahami petunjuk teknis pemakaian alat dan cara penanganan bahan makanan itu.