BGN Bantah Balita di Cianjur Meninggal akibat MBG: Tidak Benar

Tangguh Yudha
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang. (Foto: Binti Mufarida)

"Hal ini menjadi indikator bahwa makanan yang disalurkan dalam kondisi aman dan layak konsumsi," ujarnya.

Nanik menambahkan, balita tersebut terakhir mengonsumsi MBG pada 14 April. Pada hari berikutnya, anak tersebut tidak mengonsumsi makanan dari program karena menolak makan. 

Gejala kemudian muncul pada 16 April sekitar pukul 06.00 WIB.

BGN pun menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya penerima manfaat 3B tersebut.

"Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ananda M Abdul Bais. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan," ungkap Nanik.

Secara terpisah, ayah almarhum, Sahjanudin (41), memastikan bahwa kematian anaknya tidak berkaitan dengan Program MBG.

"Saya orang tua dari Abdul Bais menyatakan kematian anak saya ini murni karena sakit. Enggak ada hubungannya dengan dapur MBG SPPG Sukasirna 02 Leles," ucapnya.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
Nasional
4 hari lalu

Kepala BGN Klarifikasi soal MBG Butuh 19.000 Sapi per Hari, Ini Penjelasannya

Nasional
11 hari lalu

13.576 SPPG Sudah Kantongi SLHS, Waka BGN: Agustus Seluruhnya Harus Bersertifikat

Nasional
13 hari lalu

BGN Bantah Pengadaan 32.000 Unit Laptop dan Alat Makan MBG Rp4 Triliun

Nasional
15 hari lalu

BGN Ungkap Alasan Anggarkan Rp113 Miliar untuk Bayar EO

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal