Bendera dan Baliho Ganjar-Mahfud Dicopot di Lokasi Kunker Presiden Jokowi, PDIP: Membahayakan Proses Demokrasi

Achmad Al Fiqri
Jelang Kedatangan Presiden Jokowi, Spanduk Ganjar dan PDIP di Bali Dibongkar Satpol PP (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Politikus PDI-Perjuangan (PDIP) Sunanto alias Cak Nanto turut angkat bicara ihwal pencopotan bendera partainya dan balihoGanjar-Mahfud di sekitar lokasi kunjungan kerja (kunker) Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kabupaten Gianyar, Bali. Pencopotan itu bentuk penyalahgunaan kuasa untuk merusak demokrasi.

"Jadi kalau karena ada Presiden terus dicopot karena berbeda, informasinya hanya PDIP dan Pak Ganjar yang dicopot. Maka perspektifnya penggunaan kekuasaan menjadi terus dilakukan, dan itu tidak boleh di dalam proses demokrasi yang seperti ini," kata Cak Nanto saat dihubungi, Selasa (31/10/2023). 

Cak Nanto mengajak agar seluruh pihak dapat menjalankan proses demokrasi dengan adil  meskipun terdapat perbedaan dukungan dalam Pilres 2024. Ia pun berharap, kejadian itu tak terulang kembali.

"Maka mari kita menjalankan proses demokrasi ini dengan fair dengan adil walaupun berbeda dukungan. Dan itu sudah sesuai dengan visi Pak Jokowi juga kan. Maka saya berharap ini tidak terjadi lagi yang begini-begini," terangnya.

Bila praktik penyalahgunaan kuasa itu terus berlanjut, kata Cak Nanto, dampaknya akan bisa memecah belah dan membuat keresahan masyarakat. Ia merasa penyalahgunaan kuasa itu merupakan bentuk intimidatif yang bisa merusak demokrasi.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AHY: Oposisi Harus Konstruktif dan Beri Solusi, Tak Boleh Pecah Belah Bangsa

57 tahun lalu

Posisi Partai Penyeimbang Disorot, PDIP Buka Suara

57 tahun lalu

Megawati hingga Pramono Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi Jakpus

57 tahun lalu

PDIP Dicap Abu-Abu, Ini Jawaban Ganjar Pranowo

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal