Belajar dari Covid-19, New Normal Pendidikan

Adjat Wiratma
Jurnalis dan Guru Relawan Sekolah Darurat Kartini Dr Adjat Wiratma. (Foto: dok.pri).

Di tengah keberlangsungan belajar daring, berita di media masa banyak mengangkat kisah guru dan siswa yang tidak bisa mengikuti tuntutan belajar daring, alasanya beragam ada yang karena jeleknya sinyal, juga karena alasan kemiskinan. Kisah inspiratif pun muncul saat guru memilih untuk berkeliling ke rumah-rumah banyak ditemukan.

Persoalan serupa juga dirasakan sebagain anak di Jakarta, mereka yang merasakannya adalah anak-anak warga miskin kota yang hidup di pinggiran. Mereka hidup seorang diri, bukan hanya soal belajar yang utama mereka butuh makan di saat semua dipaksa harus di rumah.

Satu langkah dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menfasilitas anak belajar yakni dengan menayangkan program televisi di TVRI. Langkah ini sangat baik, dan dinilai mendukung pemenuhan hak anak terutama rakyat prasejahtera, karena tak mungkin warga marjinal itu mengakses internet atau menggunakan ragam flatform aplikasi belajar online, sekalipun gratis, mereka tidak punya alatnya.

Namun kritik muncul pada tayangan di tv nasional itu, untuk materi ajar siswa sekolah dasar sebaiknya tidak ada penyampaian materi yang terpotong iklan. Harus dipahami cara menangkap pelajaran anak itu berbeda, dan untuk anak-anak usia sekolah dasar mereka butuh fokus, sehingga jangan secara tiba-tiba saat belajar harus menonton iklan layanan Mas Menteri di tengah-tengah belajar, iklan bisa ditempatkan di awal sebelum dan di belakang setelah tayangan belajar secara utuh disampaikan.

Sementara, untuk mengatasi keterbatasan kuota para guru dan pemenuhan hak guru honorer, yang masuk dalam kelompok rentan akibat pandemi Covid-19. Kemendikbud telah melonggarkan penggunaan dana BOS. Bisa dipahami namun perlu dengan pengawasan yang ketat dan evaluasi penggunaan anggaran yang tepat. Ini semata-mata untuk memastikan semua kebijakan pemerintah terukur, tidak sporadis.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
57 tahun lalu

MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN, Libatkan 18 Kampus

57 tahun lalu

Ahmad Alimuddin Sebut Anggaran MBG Hasil Efisiensi yang Dilakukan Negara, Bukan Motong Dana Pendidikan

57 tahun lalu

Kolonel Achmad Fikri Dalimunthe Jadi Prajurit TNI Pertama yang Lulus RJNDC Yordania

57 tahun lalu

Digitalisasi Bansos, Kemensos Terapkan Verifikasi Wajah untuk Penerima

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal