Begini Saran KPK soal Polemik Vaksin Covid-19 Berbayar

Raka Dwi Novianto
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri memberikan masukan dan saran soal vaksin gorong royong. (Foto: iNews.id)

Hal tersebut merujuk pada Perpres No 99 th 2020 di mana Menkes diminta untuk menentukan jumlah, jenis, harga vaksin serta mekanisme vaksinasi. Tidak hanya itu, kata Firli, perlu dibangun sistem perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan minitoring pelaksanaan vaksin gotong royong secara transparan, akuntabel.

"Pastikan tidak ada terjadi praktik-praktik fraud dan niat jahat untuk melakukan korupsi lainnya. Data menjadi kata kunci, untuk itu Kemkes harus menyiapkan data calon peserta vaksin gotong royong sebelum dilakukan vaksinasi," katanya.

KPK kata Firli tidak mendukung pola vaksin gotong royong melalui Kimia Farma karena efektivitasnya rendah sementara tata kelolanya berisiko. Serta, KPK mendorong transparansi logistik dan distribusi vaksin yang lebih besar.

"Sebelum pelaksanaan vaksin mandiri, Kemkes harus memiliki data peserta vaksin dengan berbasis data karyawan yang akuntabel dari badan usaha, swasta, instansi, lembaga organisasi pengusaha atau assosiasi," ucapnya.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

KPK Respons Kemunculan 20 Nama yang Terseret Kasus Korupsi MBG

57 tahun lalu

Namanya Disebut dalam Daftar Diduga Terlibat Kasus MBG, Ini Kata Wakil Ketua KPK Fitroh

57 tahun lalu

KPK: OTT BPK terkait Temuan Pengadaan Smart TV di Muara Enim

57 tahun lalu

Breaking News: KPK OTT 5 ASN BPK terkait Kasus Bupati Muara Enim

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal