Bedah Buku Hitam Prabowo Subianto, Penulis Buya Azwar Sebut Wujud Kepedulian Sejarah

hambali
Bedah Buku Hitam Prabowo Subianto (foto: MPI)

"Rekam jejak seorang pemimpin itu harus dilihat. Dia dahulunya pernah melakukan apa? Bagaimana perilakunya? Apakah penuh darah? Apakah pernah melakukan tindak pelanggaran HAM? Apa punya track record buruk berupa pemecatan dalam ketentaraan? Itu kan masyarakat harus tahu," katanya.

Buya Azwar berharap bukunya menjadi lentera baru dalam mengingatkan masa-masa kelam yang telah dilalui Bangsa Indonesia. Secara pribadi, dia mengaku tak rela jika Indonesia dipimpin kembali oleh mereka yang terlibat kejahatan kemanusiaan masa lalu.

"Kalau pun ini dibilang (isu) 5 tahunan, iya nggak apa-apa, kenapa? Karena saya secara pribadi memang tidak rela Indonesia ini jatuh ke tangan Prabowo Subianto. Sedapat mungkin saya akan cegah itu," ucapnya.

Dia pun mendesak agar kasus yang menimpa Prabowo di masa lalu dituntaskan secara hukum dan transparan. Langkah demikian sebagai solusi agar Ketua Umum Partai Gerindra itu tak lagi tersandera kasus HAM dari waktu ke waktu.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Purbaya soal Prabowo Nombok Biaya Dinas Luar Negeri: Gak Ada Aturannya, Boleh Saja

57 tahun lalu

Prabowo Teken Perpres Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO

57 tahun lalu

Prabowo Terbitkan Perpres Baru Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Ini Isi Lengkapnya

57 tahun lalu

Pertimbangan Prabowo Tunjuk Nanik S Deyang jadi Kepala BGN: Tegas-Disiplin Jalankan SOP

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal