Beda Awal Puasa Ramadan, Haedar Nashir: Itu Ruang Ijtihad, Tak Perlu Saling Menyalahkan

Kuntadi
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (dok. Muhammadiyah)

Di era media sosial yang penuh dengan provokasi, Haedar menilai puasa harus menjadi tameng untuk menahan amarah, kebencian, dan perselisihan yang dapat merusak kerukunan antarwarga.

Membangun Peradaban Utama 

Haedar berharap Ramadan tahun ini menjadi momentum bagi umat Islam untuk mencapai kemajuan hidup. Takwa yang menjadi tujuan puasa harus berimplikasi pada perbaikan martabat hidup di berbagai aspek. 

“Umat Islam harus menjadi umat yang maju dalam berbagai kehidupan, baik spiritual, moral, sosial, ekonomi, politik, dan berbagai aspek yang lain menuju peradaban utama,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan perbedaan metode antara ormas Islam merupakan bagian dari khazanah fikih yang telah lama dikenal.

Muhammadiyah, misalnya, dulu menggunakan hisab sebagai penentu utama dan rukyat sebagai konfirmasi. Sementara ormas Islam lainnya menjadikan rukyat sebagai dasar utama dengan dukungan hisab.

“Kementerian Agama sebagai perwakilan pemerintah tentunya perlu konfirmasi secara langsung dengan melihat posisi hilal dan diputuskan melalui sidang isbat,” ucapnya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
Muslim
2 bulan lalu

Kapan Puasa Ramadhan 2026 Menurut NU? Begini Perhitungan Lembaga Falakiyah PBNU

Muslim
2 bulan lalu

Puasa Ramadhan 2026 Berapa Hari Lagi ? Potensi Beda Muhammadiyah, BRIN dan Kemenag

Muslim
7 hari lalu

Bolehkah Puasa Syawal tapi Masih Punya Utang Puasa Ramadhan? Begini Hukumnya

Nasional
15 hari lalu

Ketua PP Muhammadiyah: Beda Tanggal Lebaran Bukan Berarti Tak Taat ke Pemerintah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal