“Kami baru pulang dari Papua, karena Zona 3 itu Papua harga beras cukup tinggi, begitu kami ke lapangan, itu begitu berat medannya. Ada yang harus naik pesawat, bayangkan beras kirim pakai pesawat. Ada yang naik truk dan itu berhari-hari, tenggelam truknya,” katanya.
Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah menargetkan penguatan produksi beras lokal di Papua untuk memenuhi kebutuhan sekitar 660.000 ton per tahun.
Saat ini, pasokan baru mencapai 120.000 ton, sehingga masih dibutuhkan tambahan sekitar 500.000 ton yang setara dengan pengembangan lahan seluas 100.000 hektare.
"InsyaAllah 2026 dan 2027 kita beresin," tuturnya.