Banjir Bandang di NTT, 3 Wilayah Masih Terisolasi

Binti Mufarida
Ratusan rumah warga di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT, hancur diterjang banjir bandang, Minggu (4/4/2021) (Foto: iNews/Joni Nura)

JAKARTA, iNews.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan ada tiga wilayah yang masih belum dapat diakses sepenuhnya yakni Lembata, Alor, dan Adonara di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTT). Wilayah tersebut merupakan yang paling terdampak saat terkena banjir bandang.

“Ada tiga wilayah di Lembata, Alor, dan Adonara yang masih belum sepenuhnya bisa diakses. Tapi kita lihat nanti lebih lanjut lagi. Sementara tiga wilayah tersebut memiliki dampak yang cukup besar dan berdampak pada masyarakat,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, dalam konferensi pers virtual dari Graha BNPB, Jakarta, Rabu (7/4/2021).

Namun, Raditya menegaskan kondisi wilayah yang terisolasi saat ini masih dalam pendataan lebih lanjut. Kemudian, akan terus dipantau menggunakan helikopter agar melihat sejauh mana dan seberapa banyak orang yang membutuhkan bantuan.

“Kondisi wilayah terisolasi saat ini masih dalam pendataan. Jadi wilayah yang tentunya nanti juga akan dipantau dengan helikopter untuk melihat sejauh mana kebutuhan yang ada, dan serapa orang yang masih terisolasi untuk mendapatkan bantuan,” kata Raditya.

Diketahui, siklon tropis seroja di NTT memicu terjadinya bencana di sejumlah wilayah yang mengakibatkan sebanyak 124 orang meninggal dunia. Selain itu, total korban hilang mencapai 74 orang, kemudian 129 orang luka-luka dan 13.230 orang mengungsi.

Sementara itu, 15 wilayah administrasi kabupaten dan kota di NTT terdampak. Di antaranya Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembata, Ngada, Sumba Barat, Sumba Timur, Rote Ndao, Ende, Sabu  Raijua, Alor, Kupang, Belu, Timor Tengah Utara, Kota Kupang.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Antisipasi Karhutla, BNPB Gelar Modifikasi Cuaca di Jambi

57 tahun lalu

BNPB: Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah

57 tahun lalu

BNPB: 40 Rumah Rusak akibat Angin Kencang di Ciputat Tangsel

57 tahun lalu

Fenomena Hari Tanpa Hujan Picu Kekeringan di Bima hingga Karhutla di Lhokseumawe

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal