"Di sana tidak hanya penerbangan, tapi juga kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan penerbangan, seperti maintenance dan sebagainya itu kita dorong supaya bisa memanfaatkan Bandara Kertajati," kata Dudy.
Selain itu, Menhub mengungkapkan Kementerian Pertahanan tengah membahas kemungkinan menjadikan Bandara Kertajati sebagai lokasi fasilitas perawatan pesawat angkut Hercules.
Menurut Dudy, pembicaraan tersebut melibatkan pihak pabrikan pesawat dari Amerika Serikat. Apabila terealisasi, fasilitas tersebut dapat memperkuat pemanfaatan Bandara Kertajati sekaligus mendukung industri pemeliharaan pesawat di dalam negeri.
"Kemudian dari Kementerian Pertahanan memang ada pembicaraan dengan pihak pabrikan Amerika untuk perawatan pesawat Hercules. Kita terbuka apa saja yang berkaitan dengan optimalisasi Bandara Kertajati," ujarnya.
Sementara itu, Bandara Husein Sastranegara dijadwalkan kembali melayani penerbangan komersial mulai 17 September 2026 setelah hampir tiga tahun seluruh penerbangan berjadwal dialihkan ke Kertajati.
Sebelum kembali beroperasi, pemerintah bersama operator bandara akan memastikan seluruh fasilitas, termasuk terminal penumpang, siap melayani peningkatan jumlah penumpang dan operasional pesawat jet.
Meski Husein kembali dibuka, Kemenhub menegaskan Bandara Kertajati tetap akan melayani penerbangan domestik maupun internasional, sembari dikembangkan menjadi pusat aktivitas pendukung industri penerbangan agar pemanfaatannya semakin optimal.