Baliho Ganjar-Mahfud Dicopot di Bali, PDIP: Demokrasi Kita Sangat Tidak Baik-Baik

Achmad Al Fiqri
Baliho Ganjar-Mahfud dicopot Satpol PP jelang kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Bali. (Foto istimewa).

JAKARTA, iNews.id - Bendera PDIP dan baliho Ganjar Pranowo dan Mahfud MD dicopot menjelang kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Bali. Pencopotan tersebut disebut karena pj Gubernur Bali tidak mau dicopot.

“Kenapa ini bisa terjadi karena PJ (Gubernur Bali) semata-mata tak mau kena rapor merah dan lebih jauh takut dicopot,” kata Politisi PDIP Sirra Prayuna, Rabu (1/11/2023).

Menurut dia, demokrasi Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Sebab ada cawe-cawe Presiden Jokowi karena putra sulung Gibran Rakabuming Raka menjadi Cawapres Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

“Demokrasi kita sangat tidak baik-baik, ada cawe-cawe Presiden. Mengingat putra mahkota sedang bertarung dalam kontestasi pemilu kali ini,” katanya.

Mantan pengacara Presiden Jokowi pada Pemilu 2014 dan 2019 ini juga menambahkan partai politik dan masyarakat harus memberikan perhatian khusus dalam persoalan ini.
 
“Kita tak ingin membiarkan demokrasi kita hancur. Amanat reformasi memberi pesan kuat lahirnya tatanan bernegara secara demokratis dan menempatkan hukum di atas segalanya,” ucapnya.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Reaksi Puan Maharani soal Jokowi Safari Politik: Alangkah Baiknya Jaga Situasi Tetap Kondusif

57 tahun lalu

Ajak Publik Pilih Logo HUT ke-81 RI, Mensesneg: Cerminkan Semangat Demokrasi

57 tahun lalu

AHY: Oposisi Harus Konstruktif dan Beri Solusi, Tak Boleh Pecah Belah Bangsa

57 tahun lalu

Posisi Partai Penyeimbang Disorot, PDIP Buka Suara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal