"Jadi minyak mentahnya itu 20 persen memang dari Middle East. Sisanya kita dapat dari Angola, Nigeria, Brazil, kemudian sebagian Amerika, sebagian dari Malaysia. Jadi itu pun kita sudah dapat penggantinya," tuturnya.
Sebelumnya, pemerintah telah menyepakati perjanjian pembelian minyak dan gas (migas) dari Amerika Serikat hingga 15 miliar dolar AS atau setara Rp253 triliun. Kontrak ini merupakan hasil kesepakatan dagang antara Indonesia dengan AS.
"Ada kesepakatan juga untuk melakukan impor gas (LPG) dan crude oil, nilainya 15 miliar dolar AS per tahunnya," kata Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani beberapa waktu lalu.