"Sementara kalau PT Gag sejak tahun 72, kontrak karya. Sejak tahun 98 kontrak karyanya, di zaman orde baru. Jadi enggak ada sama sekali," ucapnya.
Sebelumnya, aktivitas pengangkutan bijih nikel dari kawasan Raja Ampat menuai sorotan. Salah satu yang menyita perhatian publik adalah keberadaan kapal-kapal bernama JKW Mahakam dan Dewi Iriana, yang diduga digunakan dalam distribusi nikel dari Pulau Gag, Papua Barat Daya.
Nama-nama kapal itu muncul karena mirip dengan inisial Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan istrinya, Iriana.
Direktur The National Maritime Institute, Siswanto Rusdi ikut berkomentar ihwal ramainya sorotan publik terhadap kapal-kapal tersebut. Dia menyebut, jika sudah ada niat dari pihak pemilik kapal saat menamakan kapalnya itu.
"Ini penamaan kapalnya ini betul-betul apa diniatkan gitu lho. Jadi tidak sembarangan nama itu diberikan JKW kemudian Iriana, itu pasti ada niat dari pemilik kapal atau operator kapal," kata Siswanto kepada iNews.id, Selasa (10/6/2025).