Bahas Polemik PKPU, DPR Gelar Pertemuan dengan KPU dan Pemerintah

Felldy Aslya Utama
Ketua DPR Bambang Soesatyo. (Foto: iNews.id/Dok.)

JAKARTA, iNews.id – Pimpinan DPR berencana menggelar pertemuan dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan pemerintah Rabu (4/7/2018) besok. Pertemuan itu untuk membahas polemik terkait penerbitan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 2 Tahun 2018 yang berisi pelarangan mantan narapidana (napi) kasus korupsi mencalonkan diri pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019.

“Iya (besok), kami pimpinan DPR mengundang seluruh pihak terkait atas permintaan Komisi II. (Mulai dari) KPU, Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu), Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri), Jaksa Agung, dan Kemenkumham (Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia),” kata Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (3/7/2018).

Dia menuturkan, tujuan diadakannya pertemuan tersebut adalah untuk mencari jalan keluar atas polemik yang saat ini terus dibicarakan, yaitu soal keputusan KPU melarang eks napi korupsi menjadi calon legislatif (caleg). Dia pun berharap pertemuan besok bisa menghasilkan solusi yang benar-benar dapat diterima oleh semua pihak.

Menurut Bamsoet, salah satu poin pembahasan dalam pertemuan nanti adalah mengganti pelarangan dengan saran atau imbuan kepada partai-partai peserta Pemilu 2019 agar tidak mengusung caleg yang pernah menjadi napi kasus korupsi.

“Harus ada jalan keluar. Mungkin yang lebih elegan dan elok adalah aturannya bukan melarang, tapi mengimbau atau menyarankan partai-partai politik tidak boleh, tidak disarankan, calon anggota yang pernah menjadi terpidana korupsi,” ujar politikus Partai Golkar itu.

Tak hanya mengganti pelarangan menjadi imbauan, poin lain yang juga jadi pembahasan nanti adalah meminta KPU mengumumkan secara terbuka caleg-caleg yang pernah menjadi terpidana korupsi, sehingga itu akan merugikan partai yang mengusung. “Kan itu lebih elegan,” ucap Bamsoet.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
12 jam lalu

DPR Tetapkan Wahidah Suaib PAW Anggota Ombudsman Pengganti Hery Susanto

14 jam lalu

DPR Minta BPKS Perkuat Tata Kelola, Optimalkan Sabang Jadi Hub Perdagangan dan Logistik

15 jam lalu

TNI-Polri Ikut Awasi Wajib Pajak, DPR Ingatkan Jangan Sampai Takut-takuti Masyarakat

15 jam lalu

Febrie Adriansyah Belum Ditahan Kejagung, Ketua DPR Minta Proses Hukum Transparan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal