2. Pemberontakan DI/TII dipimpin oleh Sekarmaji Marjian Kartosuwiryo. Tujuannya untuk mendirikan Negara Islam Indonesia (NII) dan mengganti Pancasila sebagai dasar negara dengan dasar Islam.
Bagaimana penerapan Pancasila sebagai dasar negara pada masa awal kemerdekaan pun bisa dilaksanakan dengan baik meskipun banyak rintangan. Sebab, di masa ini nilai kesatuan dan persatuan masih tinggi.
Hanya saja, dalam kehidupan politik, sila keempat yang membahas musyawarah dan mufakat tidak dapat dilaksanakan. Pasalnya, demokrasi yang ditetapkan adalah parlementer,
Pelaksanaan demokrasi parlementer membuat presiden hanya berfungsi sebagai kepala negara. Sedangkan, kepala pemerintahan dipegang oleh Perdana Menteri sehingga menyebabkan ketidakstabilan pemerintahan.
Akibatnya, di periode ini dasar negara tetap Pancasila, hanya saja penerapannya diarahkan seperti ideologi liberal. Hal itu dilihat dari penerapan sila keempat yang dilakukan dengan suara terbanyak (voting) dan bukan musyawarah mufakat.