Dia juga menggambarkan Anis sebagai tokoh yang berupaya membawa gagasan politik Islam ke dalam konteks modern tanpa melepaskan pijakan pada khazanah pemikiran para ulama. Menurut Bachtiar, cara pandang tersebut penting untuk memahami konflik dan dinamika internasional secara proporsional.
Melalui forum itu, Bachtiar berharap para jurnalis Muslim memperoleh pemahaman yang utuh mengenai peta geopolitik Timur Tengah sebelum menyampaikan informasi kepada masyarakat. Dengan demikian, pemberitaan yang dihasilkan tidak sekadar mengikuti arus narasi, tetapi dibangun di atas pemahaman yang mendalam.
Dia menambahkan, diplomasi media Islam perlu diperkuat agar masyarakat Indonesia maupun publik global memperoleh informasi yang lebih utuh mengenai berbagai persoalan yang berkembang di dunia Islam.
Bachtiar berharap Sajid dapat menjadi wadah yang mengintegrasikan Indonesia dengan dunia Islam melalui jejaring media Islam. Menurutnya, kolaborasi tersebut akan memperkuat kontribusi media Indonesia dalam menyampaikan perspektif yang berimbang kepada dunia.
"Semoga kita sebagai pilar keempat demokrasi menjadi bagian yang mencerahkan, bukan yang kemudian menghancurkan tatanan yang saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan," kata Bachtiar.