Apalagi, adanya ebijakan Work From Home (WFH) yang diterapkan pemerintah dianggap cukup membantu mengurai kepadatan tahun ini.
"Karena masih kangen keluarga ya, sampai orang tua saya bawa. Walaupun di arus balik puncaknya, tapi setidaknya masih cukup ramai lancar. Kita memantau berita juga, tapi karena mungkin banyak yang WFH juga, jadi tidak sepadat seperti tahun lalu," ucap dia.
Desi mengungkapkan bahwa dirinya tidak keberatan walaupun harus menunggu kapal selama satu jam di pelabuhan pada masa puncak arus balik ini. Hal itu dilakukan demi sampai ke tujuan dengan selamat untuk memulai aktivitas pekerjaan di awal pekan.
"Tadi saya beli tiket jam 10.00, nunggu kurang lebih mungkin sejam sampai kapalnya datang. Insyaallah tidak bermasalah,” ungkap Desi.
Apalagi, ia merasa terbantu dengan adanya kebijakan single tarif bagi tiket kapal di masa arus balik Lebaran. Hal itu membuat harga tiket yang dibelinya untuk pulang semakin murah dari biasnya Rp20.000 hingga Rp30.000 kini ia bisa dapatkan hanya dengan Rp18.000.
"Saya tidak ada masalah dan bersyukur kembali disubsidi oleh pemerintah. Biasanya tiket harga Rp20.000–Rp25.000, ini Rp18.000 dan dipukul rata. Sangat terbantu buat masyarakat yang mudik bawa keluarga. Harapannya ke depan pelayanan bisa lebih baik lagi secara keseluruhan," pungkas dia.