Revi juga menyebut, puncak arus balik diprediksi terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 25 Maret dan 29 Maret 2026. Pada periode tersebut, jumlah penumpang yang tiba diperkirakan melonjak signifikan.
“Namun pada puncak tersebut diperkirakan penumpang bisa mencapai 6.000 orang lebih ya,” tuturnya.
Menurutnya, saat ini mayoritas pemudik yang tiba berasal dari daerah jarak dekat seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sementara untuk wilayah yang lebih jauh diperkirakan akan menyusul dalam beberapa hari ke depan.
“Namun untuk saat ini kebanyakan adalah untuk jarak dekat yang sudah datang itu, terutama dari Jawa Barat maupun Jawa Tengah,” ucapnya.
Seiring meningkatnya arus balik, pengelola terminal telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi guna memastikan kenyamanan penumpang.