Selain optimalisasi TBB, pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah pendukung. Di antaranya penguatan buffer zone dan penerapan delaying system di wilayah Sumatra untuk menahan kendaraan sebelum masuk pelabuhan, sehingga kepadatan tidak menumpuk di area dermaga.
Kemenhub juga membuka opsi penggunaan lintas alternatif melalui Pelabuhan Panjang menuju Krakatau Bandar Samudera (KBS) apabila terjadi lonjakan kendaraan yang signifikan. Langkah ini diharapkan dapat memecah kepadatan arus utama.
Di sisi lain, pemerintah juga menyoroti pentingnya pengendalian arus kendaraan di dalam kawasan pelabuhan agar antrean tidak meluas hingga keluar area. Pengaturan di kawasan penyangga serta perluasan radius pembelian tiket juga menjadi bagian dari evaluasi.
Menhub menegaskan bahwa seluruh strategi yang disiapkan bertujuan menjaga keseimbangan antara kelancaran arus dan keselamatan penumpang.
“Kelancaran itu penting, tetapi keselamatan adalah yang utama. Kita pastikan seluruh layanan berjalan selamat, aman, dan tertib sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan balik dengan nyaman,” katanya.