Antam-Huayou Bentuk Konsorsium Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik Senilai Rp100 Triliun

Iqbal Dwi Purnama
Antam, IBI, DBL sepakat membentuk konsorsium dengan Huayou dan EVE Energy membangun ekosistem baterai mobil listrik dengan nilai investasi Rp100,64 triliun. (Foto: Dok. Kementerian ESDM)

Proyek ini tidak hanya mendukung pengembangan kendaraan listrik, tetapi juga mendukung pembangkit listrik hijau, termasuk kebutuhan baterai untuk program PLTS 100 GW. 

"Jadi ini tidak hanya untuk baterai mobil, tapi ini juga di-desain untuk baterai panas surya," tuturnya.

Kolaborasi antara investor global Huayou dan EVE Energy dengan perusahaan nasional seperti Antam, IBI, dan DBL diharapkan mendorong transfer teknologi sehingga perusahaan nasional kelak bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. 

Bahlil juga menekankan pentingnya keterlibatan perusahaan daerah dalam membangun ekosistem baterai, yang direncanakan melibatkan pihak-pihak setempat, seperti mitra di Jawa Barat dan pengembangan tambang, smelter, serta pabrik hilirisasi yang akan dibangun di Maluku Utara, tepatnya di Halmahera Timur.

"Jadi kita, InsyaAllah ke depan, akan menjadi salah satu pemain terbesar dunia, terkait dengan bahan baku dan baterai mobil untuk menuju kepada energi baru terbarukan," kata Bahlil.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Mobil
4 hari lalu

Pemerintah Catat Penjualan Mobil Listrik di Indonesia Meroket 10 Kali Lipat

Mobil
5 hari lalu

Siap Luncurkan Mobil Listrik e-Vitara, Ini Target Suzuki di 2026

Mobil
9 hari lalu

Jangan Asal Terjang! 4 Hal Perlu Diperhatikan Pemilik Mobil Listrik saat Banjir

Mobil
11 hari lalu

Mobil Listrik Komersial China Farizon Meluncur di Indonesia, Boyong Model Van

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal