"Mereka mengabaikan resolusi PBB. Mereka menyerang fasilitas PBB. Mereka membunuh warga sipil, jurnalis, pekerja bantuan, dan sekarang pasukan penjaga perdamaian. Tidak ada yang kebal. Tidak ada yang aman. Sayangnya, hal ini terus berlanjut karena dunia terus membiarkannya," ujar Anies.
Anies mengaku menghargai kecaman dan ucapan belasungkawa Guterres. Namun, menurutnya, kata-kata saja tidak cukup.
Dia mendesak PBB bertindak secara konkret atas kekejaman yang dilakukan Israel. Pasalnya, kredibilitas PBB bisa dipertaruhkan jika badan dunia tidak dapat melindungi pasukan penjaga perdamaiannya sendiri.
"Kepada negara-negara di dunia, sekaranglah saatnya untuk bertindak bersama. Dorong pertanggungjawaban. Serahkan mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan internasional. Tegakkan aturan yang telah Anda sepakati untuk ditegakkan. Hukum internasional hanya sekuat kemauan negara-negara untuk mempertahankannya. Kemauan itu telah diuji berulang kali oleh rezim Netanyahu. Berkali-kali, dunia telah gagal dalam ujian tersebut," tegasnya.
Anies menyerukan kematian prajurit TNI itu jangan sampai dilupakan. Dia tak ingin gugurnya sang prajurit hanya dianggap sebagai statistik dalam daftar panjang pelanggaran yang dilakukan Israel.
"Tuntut pertanggungjawaban. Perjelas bahwa mereka yang menyerang pasukan penjaga perdamaian PBB akan menghadapi konsekuensi nyata," ucap Anies.