AHY juga mengingatkan tantangan besar yang dihadapi Indonesia akibat urbanisasi cepat dan tekanan perubahan iklim.
“Perubahan garis pantai, tekanan pada kota-kota besar, dan kebutuhan akan perumahan terjangkau yang bermartabat menjadi agenda penting kita,” katanya.
Di kawasan utara Pulau Jawa, khususnya Jakarta, penurunan muka tanah dan kenaikan permukaan laut menjadi ancaman nyata bagi jutaan warga. Sebagai respons, Indonesia tengah mengembangkan Proyek Tanggul Laut Raksasa, sebuah kolaborasi multinasional untuk melindungi pesisir dan zona ekonomi vital. AHY menyebut proyek ini sebagai simbol komitmen nasional dalam menghadapi krisis iklim.
Persoalan sampah juga menjadi perhatian utama. Indonesia, menurut AHY, menghasilkan lebih dari 64 juta ton sampah per tahun, dengan sebagian besar belum terkelola dengan baik.
AHY menekankan pentingnya pengembangan fasilitas waste-to-energy untuk mengubah sampah menjadi sumber listrik, sekaligus mengurangi beban tempat pembuangan akhir, mendiversifikasi energi, dan memperkuat ekonomi sirkular.