Atas dasar itu, AHY menyoroti intervensi akademisi untuk mengidentifikasi potensi lokal dan SDM di wilayah transmigrasi. Dari penelitian yang ada, maka pengembangan potensi bisa dimaksimalkan.
Sehingga, keunggulan kompetitif dapat diidentifikasi dan menjadi nilai tambah secara ekonomi bagi wilayah transmigrasi dan transmigran.
Adapun, Kementerian Transmigrasi memiliki program yang bekerja sama dengan akademisi lintas kampus se-Indonesia. Mereka ditugaskan turun ke daerah transmigrasi demi menemukan potensi lokal baik sumber daya atau indikator ekonomi maupun kultural sebagai bahan pemerintah melangsungkan program transmigrasi.
"Tim Ekspedisi Patriot yang melibatkan ribuan peneliti, termasuk mahasiswa dari berbagai kampus terbaik di Indonesia adalah sesuatu yang sangat strategis. Ini memberikan ruang bagi putra-putri terbaik bangsa untuk menjadi pionir, menjadi perintis, menjadi pelopor pembangunan yang bisa membuka lapangan pekerjaan, yang bisa juga mentransfer ilmu, pengetahuan, dan wawasan serta pengalamannya agar masyarakat lokal juga tumbuh dan berkembang dengan baik," urainya.