Alokasi anggaran sebesar Rp164,4 triliun pada 2026 akan digunakan untuk diantaranya, mencetak sawah baru, menyalurkan 9,62 juta ton pupuk bersubsidi dengan alokasi Rp46,9 triliun, kemudian mendukung bibit unggul, alat mesin pertanian modern, dan pembiayaan murah, memperkuat Bulog sebagai penyangga stok pangan dengan alokasi Rp22,7 triliun.
Prabowo juga mengklaim keberhasilan dari kebijakan sebelumnya, dimana pemangkasan 145 regulasi penyaluran pupuk yang rumit telah meningkatkan produksi beras dan menjaga stok di atas 4 juta ton.
2. Ketahanan Energi: Menuju Energi Bersih Dunia
Agenda kedua adalah memperkuat ketahanan energi. Produksi minyak dan gas akan ditingkatkan, harga energi dijaga, dan transisi menuju Energi Baru Terbarukan (EBT) dipercepat. Prabowo memiliki target ambisius untuk mencapai 100 persen pembangkitan listrik dari EBT dalam waktu 10 tahun atau lebih cepat.
"Indonesia harus menjadi pelopor energi bersih dunia," katanya.
Secara keseluruhan, RAPBN 2026 akan mengalokasikan dukungan fiskal sebesar Rp402,4 triliun untuk ketahanan energi melalui subsidi energi yang tepat sasaran, insentif perpajakan, pengembangan EBT, dan penyediaan listrik desa.
3. Pembangunan Generasi Unggul Melalui Program MBG
Prabowo menyatakan bahwa generasi unggul lahir dari tubuh yang sehat dan gizi yang terpenuhi. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi prioritas dengan alokasi anggaran Rp335 triliun pada 2026. Program ini ditargetkan menjangkau 82,9 juta siswa, ibu hamil, dan balita, serta akan memberdayakan UMKM, petani, nelayan, dan peternak.