Rima mengingatkan kepada calon Paskibraka bahwa Diklat yang dijalankan akan berat dan penuh dengan kedisiplinan tinggi. Apalagi, selama hampir satu bulan menjalani Diklat, calon Paskibraka juga akan jauh dari orang tua.
"Dituntut disiplin yang tinggi serta kondisi fisik dan mental yang kuat," tambah Rima.
Menutup amanatnya, Rima pun menegaskan dan mempertanyakan kepada seluruh peserta apakah siap masuk ke Desa Bahagia untuk mengikuti Diklat. Rima mempertanyakan sebanyak tiga kali dan meminta mereka yang tidak bersedia untuk berbalik badan meninggalkan lokasi.
Sebanyak 76 calon Paskibraka tak satu pun yang membalikkan badannya untuk meninggalkan pelatihan itu. Dengan demikian, mereka seluruhnya bersedia mengikuti pelatihan.
Seluruh peserta kemudian memasuki Desa Bahagia tempat mereka bakal menjalankan Diklat Paskibraka. Dua calon Paskibraka yakni Muhammad Yusran Ar-Razzaq dari Provinsi Aceh dan Bergitha Rabania Dimara dari Provinsi Papua Tengah memotong pita sekaligus memimpin peserta lainnya memasuki Desa Bahagia.