Yang menarik, dalam penerbangan tersebut Johar tidak menggunakan nama aslinya. Dia menggunakan identitas Jasmani. "Kami menemukan tersangka J (Johar). Tadi pagi jam 9.55 terbang dari Solo menuju Jakarta. Tapi setelah kami cek boarding pass-nya, nama beda. Dia menggunakan nama Jasmani," katanya di Polda Metro Jaya, Kamis (27/12/2018).
2. Tentukan Klub Main di Grup Mana
Ketua Tim Media Satgas Anti-Mafia Bola Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, penyidikan sementara, Johar Lin Eng memiliki peran utama. Ketua Asprov Jawa Tengah itu bisa menentukan sebuah klub sepak bola bermain di grup mana.
"Peran dari J ada di Jateng (Jawa Tengah). Dia bisa menentukan klub ada di kelompok mana di grup. Dia bisa menentukan, bisa milih yang sudah komunikasi dengan dia nanti di taruh grup yang ringan juga bisa," kata Argo di Jakarta, Jumat (28/12/2018).
3. Atur Waktu dan Tempat Klub Bermain
Menurut Argo, penyidik juga mendapat informasi Johar Lin Eng bisa menentukan jam pertandingan, kapan dan di mana klub sepak bola tersebut bermain. Selanjutnya, Johar Lin Eng berkomunikasi dengan Priyanto untuk mengatur wasit dalam pertandingan tersebut.
"Menentukan hari apa, jam berapa mainnya dari J. Dia menyuruh atau komunikasi kepada P dalam rangka komisi wasit. P tahu dia mempunyai wasit. Jadi wasitnya sudah komunikasi dengan dia," ujarnya.